Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya Sesekali langsung membahagiakan hati… Terkadang sejenak bertentangan dengan harap Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati Selalu ada rencana indah untukmu Walau seringkali kau melupakanNya Selalu ada rencana indah bagimu Jika kau terus meminta padaNya

Mungkin aku memang lemah Mungkin aku tak pernah punyai lelah Saat ku terdiam menangisi pergimu Terus ku terpaku oleh harapan semu Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis T’lah cukup dalam hati ini kuiris Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula Dengan ia yang mampu merasakannya Namun cinta untukmu terus bertahan Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu ! Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas Aku masih disini…. Aku masih ada… Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi Tuk menulis tentang hati… Dalam sebentuk puisi Nyatanya aku tak pernah sempat Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat Hingga sekali lagi di pagi ini Kerinduan pada puisi kembali menjadi Curahan hatiku dalam sebentuk puisi Semoga esok aku bisa segera kemba

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari Semenjak engkau melangkah menjauh pergi Hingga rambut ini mulai memutih Masih… tak kutemui engkau kembali Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini Sampai engkau hadir… Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

Polly po-cket